Recall BMW M5 dan M6 Tidak Termasuk Indonesia

BMW mengumumkan recall mobil sport M5 dan M6 beberapa waktu lalu. Namun untuk Indonesia kedua mobil ini bebas masalah. Hal tersebut disampaikan Corporate Communication Department, Helena Abidin, saat peluncuran M6 Coupe di IIMS 2012, Selasa (25/9/2012).

"Iya memang betul M5 dan M6 mengalami penarikan kembali karena ada permasalahan pada oil pump, tapi itu yang telah diproduksi pada bulan Juli, Agustus, dan September 2012. Sedangkan untuk varian yang ada di Indonesia kan baru akan diproduksi akhir tahun 2012, dan baru dikirim ke konsumen itu di awal tahun 2013," ujarnya.


All New BMW M6 coupe yang hari ini diluncurkan BMW didatangkan langsung dari Jerman.

"Tapi dipastikan akan terbebas dari recall. Karena setiap ada permasalahan, pihak kami akan secara cepat langsung mencari solusi. Dan saya yakin solusi itu akan cepat didapatkan dan akan menjadi jawaban untuk produk di Indonesia," tambah Helena.

Seperti pemberitaan sebelumnya, BMW saat ini tengah menghubungi para pemilik sedan M5 dan M6 baik itu tipe coupe dan convertible untuk tidak mengendarai mobil mereka sementara waktu.

BMW menemukan pompa oli yang cacat setelah melalui proses pengecekan kualitas. Model-model yang terpengaruh adalah mobil mobil yang diproduksi pada Juli dan September 2012.

Mobil yang ditarik adalah mobil yang dilengkapi dengan mesin 4.4-liter V8 yang dikenal dengan nama S63Tü. Ini adalah mesin yang sangat dahsyat yang dibangun khusus untuk seri M.

Mobil dengan pompa yang bermasalah bisa mengakibatkan penurunan tekanan oli dan akhirnya akan merusak mobil.

Hasil Survey Wanita Senang Mobil yang Bersih dan Mulus

Penelitian terbaru menyebutkan kalau wanita lebih memilih mobil yang bersih dibanding mobil kencang. Jadi apabila para pria berpikir kalau wanita akan tertarik bila mereka sedang menggunakan super car yang kencang dan mahal, sepertinya anggapan itu harus dipikirkan ulang

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Kwik Fit di Inggris mengungkapkan kalau wanita lebih senang terhadap mobil yang bersih dan mulus dibandingkan mobil yang bisa melaju kencang.


Lebih dari 52 persen wanita mengaku lebih suka mobil yang terawat dibanding 5 persen wanita yang suka mobil kencang. Uniknya, hasil penelitian ini juga mendapatkan kalau hanya 12 persen wanita yang tertarik pada mobil mahal.

Kebersihan juga merupakan prioritas utama bagi perempuan menilai calon pasangan. Satu dari tujuh (14%) wanita mengatakan bahwa interior bersih adalah faktor yang paling penting dalam mobil. Namun, kebersihan bagian luar mobil ternyata hanya dianggap penting oleh 4 persen wanita.

Bila dilihat dari umur, 64 persen dari wanita berusia diatas 45 tahun lebih terkesan bila kemampuan mobil bisa terawat dan dipertahankan selama mungkin, tapi kurang terkesan dengan mobil yang bisa berlari kencang. Sementara persentase wanita berusia dibawah 35 tahun hanya 31 persen.

Bicara mengenai mobil kencang, hanya 11 persen dari wanita dibawah 35 tahun yang terkesan terhadap mobil kencang. Persentase itu turun ke angka 2 persen bila berbicara dengan wanita diatas 45 tahun.

"Teknologi modern berarti bahwa mobil jadi lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya, namun batas kecepatan dan kesadaran lingkungan akan berarti untuk mendapat kesan baik dari lawan jenis jika mobil bersih dan baik bisa dipertahankan," kata Direktur Komunitasi direktur komunikasi Fit Kwik Roger Griggs.

Survei sendiri dilakukan terhadap 2.017 orang responden di seluruh Inggris.

Inilah Pelat Nomor Kendaraan Termahal di Dunia

Pelat nomor kendaraan paling mahal di dunia akan dilelang di Inggris dengan taksiran harga mencapai 1 juta pounds atau seharga Rp 15,5 miliar.

Saat ini pelat tersebut sedang diiklankan oleh Regtransfers.co.uk. Pelat nomor 'X1' itu dianggap sebagai pelat bersejarah, soalnya pelat tersebut pernah dikeluarkan oleh Northumberland County Council pada bulan Desember 1903. 


Jika dikaitkan dengan mobil BMW X1, mobil satu ini tidak ada hubungannya. Bahkan pelat tersebut 43 kali lebih mahal daripada mobil BMW X1. Tentu ini akan mencetak sejarah dalam industri otomotif dunia.

Saking mahalnya, pelat mobil tersebut melebihi harga Bugatti Veyron yang hanya mencapai Rp 14 miliar per unit, dan melebihi pelat nomor yang dibeli oleh penguasaha asal Bradford, Afzal Kahn pada tahun 2008 dengan harga 560.000 poundsterling atau sekitar Rp 7 miliar kala itu.

Dilansir Daily Mail, pelat nomor kendaraan itu dulu adalah milik ketua komite di Tynemouth. Pada waktu pelat tersebut dikeluarkan, undang-Undang lokomotif tahun 1865 silam menyebutkan mobil dan motor pertama di Inggris kecepatannya hanya 4 mil per jam di kota besar, dan 2 mil per jam di pedesaan.

Salah satu karyawan Regtransfers.co.uk, Angela Banh, dari percaya bahwa plat nomor tersebut akan cepat laku dengan harga tinggi. Namun ia mengakui sulit untuk mengetahui siapa pembeli potensial pelat nomor ini.

Bisa jadi pembelinya seseorang yang berpikir mereka memiliki X-faktor, seseorang dengan perawakan China dengan nama Xi, atau perusahaan dengan awal nama dengan X seperti Xerox.

Test Drive Ford Fiesta 1.6L MT Sport

Ford Fiesta banyak dikenal se­bagai mobil yang dinamis dan asyik dikemudikan. Jika ditanya apa saja keunggulan hatchback Ford itu, maka beberapa di antara­nya adalah kelincahan berken­dara, tampilan me­narik dan fitur berlimpah.

Di Indonesia, Fiesta didagangkan dengan 2 pilihan mesin, 1.400 cc dan 1.600 cc. Versi 1,4 liter hadir dalam banyak varian dan ragam transmisi. Sedangkan 1.600 cc cuma satu yakni Sport bergirboks otomatis. Sekarang, Fiesta Sport sudah memiliki opsi bertransmisi manual. Nama lengkapnya Fiesta 1.6L 5D MT Sport. 


Ia sudah resmi dijual dan harga yang ditawarkan Rp 216,6 juta. Lebih murah dari Fiesta Sport ‘biasa’ dengan nominal Rp 236,6 juta.

Secara tampilan, sulit membedakan Fiesta Sport bertransmisi manual dan otomatis. Tak ada emblem atau tulisan yang menegaskan bahwa ini merupakan Fiesta bermesin 1.600 cc dengan pedal kopling.

Kemiripan juga terjadi di interiornya. Desain atraktif namun tetap menghadirkan kepraktisan tinggi bagi para penumpang. Dasbor yang indah itu juga disesaki aneka fitur yang unggul di kelasnya. Sebut saja voice command, koneksi telepon via Bluetooth hingga MID. Jangan lupakan posisi duduk ergonomis yang juga nyaman karena dibalut kulit asli.    


Di ujung konsol tengah terdapat tuas perseneling. Inilah menu utama sekali­gus intisari dari Fiesta 1.6 Sport MT. Setelah mesin dinyalakan, kami langsung masuk ke gigi 1. Pedal kopling terasa ringan begitu juga dengan pergeseran tuas transmisi. Enteng dan presisi.

Penghantaran tenaga ber­langsung mulus. Torsi yang muncul membawa mobil berakselerasi de­ngan ringan di setiap tingkat percepatan. Asyiknya transmi­si manual, kami bisa mena­han gigi di kecepatan yang kami inginkan. Kalau sekadar menyalip kendaraan di depan saja, ia de­ngan mudah melakukannya. Apalagi jika si pengemudi ingin eksplorasi lebih jauh, ia siap melayani lonjakan adrenalin Anda.

Kesigapan juga hadir di akselerasi pertengahan. Lajunya terasa padat sejak dari putaran bawah hingga mendekati red line. Nyaris tak ada gejala ‘mengambang’ dan itu membuat pe­­ngen­daraannya semakin fun.

Apalagi jarak dari setir ke tuas perseneling terbilang dekat. Jadi cukup membantu untuk memper­singkat waktu shifting saat sedang memacunya dengan penuh ambisi.

Selain transmisi, kapabilitas sasis turut mening­katkan kelincahannya. Ia bertambah asyik justru saat manuver di kecepatan tinggi. Terlebih ia sudah dibekali kontrol stabilitas yang mampu mengontrol putaran mesin dan aktivasi rem demi mempertahan­kan stabilitas.

Terlepas dari segala ke­asyikannya, ia tetap mena­warkan kepraktisan tinggi. Tempat penyimpanan, termasuk laci tersembunyi di bawah bangku penumpang depan memudahkan Anda menyimpan barang.

Artinya, semua kelebihan yang Ford Fiesta 1.6 Sport tawarkan kini ada pada saudara kembarnya yang bertransmisi manual. Hanya saja, dengan girboks ma­nual, memungkinkan driver menggali lebih dalam potensi mobil dan skill mengemudi yang dimilikinya.

Menunggu Kemungkinan Hadirnya Avanza Bermesin Hibrida

Toyota memang selama ini mengenalkan mobil berteknologi hibrida pada mobil-mobil kelas premium. Karena memang pasarnya pada kelas itu tapi bukan tidak mungkin mesin hibrida disematkan pada mobil kelas penumpang. Salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan Toyota adalah Avanza bermesin hibrida.


Mobil Avanza bermesin hibrida bisa saja dirilis oleh Toyota Motor Corporation sebagai perusahaan induk Toyota. Tak tertutup juga ada beberapa opsi selain Avanza yang bisa menggunakan mesin hibrida. "Tapi mobil penumpang dengan mesin hibrida akan kami perjuangkan kepada principal di Jepang," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto.

Joko mengatakan pengembangan mobil hibrida merupakan komitmen Toyota terhadap teknologi lingkungan. "Dan Prius adalah produk kami sejak dulu," ujarnya.

Teknologi hibrida juga disebut Joko merupakan teknologi ramah lingkungan terbaik saat ini. Mobil listrik atau mobil bertenaga baterai diakuinya memang merupakan mobil ramah lingkungan. Namun belum cukup efektif karena pengisian baterainya membutuhkan waktu lama. "Kekurangan baterai itu yang bisa ditangani oleh teknologi hibrida tadi," kata Joko.

Komparasi Mesin, Mitsubishi Mirage VS Honda Brio

Dibawah ini disajikan komparasi dua mobil murah keluaran terbaru, yaitu  Mitsubishi Mirage dan Honda Brio
Dibanding lawannya Mitsubishi Mirage mengusung mesin yang lebih kecil yakni 1.200 cc, 3 silinder.
Sementara Honda Brio menggunakan mesin 1.300 cc, 4 silinder, 16 katup plus i-VTEC.

Mesin Mitsubishi Mirage: 
  • 1.200 cc, 3 silinder
  • Daya maksimum 78 ps
  • Torsi maksimum 100 Nm
  • Konsumsi BBM 1:21

Mesin Honda Brio:
  • 1.3 l SOHC 4 silinder segaris, 16 katup, iVTEC, DBW
  • Suplai bahan bakar PGM-FI
  • Diameterxlangkah 73x80 mm
  • Rasio kompresi 10,5:1
  • Daya maksimum 100 ps pada 6.000 RPM
  • Torsi maksimum 127 Nm

Sistem Pemadam Kebakaran Otomatis Buat Kendaraan

Jatuhnya korban jiwa saat terjadi kebakaran pada kendaraan seperti pada mobil dan bus penumpang membuat sebagian masyarakat merasa prihatin. Inilah yang menginspirasi Tim dosen Jurusan Teknik Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya) untuk menemukan sistem pemadam kebakaran dalam kendaraan secara otomatis. Tak terbatas pada mobil dan bus, tapi juga buat kereta api maupun kapal.


"Sistem pemadam kebakaran otomatis itu terdiri dari alat kontrol panas, alat kontrol asap, alat semprot (nozzle) dan tangki gas likuid, serta remote manual dan sistem," kata ketua tim dosen penemu, Yuwono Budi Pratiknyo ST. MT. .

Dalam simulasi solusi sistem pemadam kebakaran yang disaksikan dosen dan mahasiswa Ubaya itu, ia menjelaskan alat kontrol panas dan asap itu dalam tingkat panas dan asap tertentu akan mengeluarkan alarm.

"Mendengar alarm itu, sopir dan penumpang kendaraan bisa bertindak untuk menjalankan nozzle (alat semprot) yang sudah dipasang pada fire zona seperti mesin, bagasi, tempat duduk penumpang, dan sebagainya," paparnya.

Nozzle bisa dijalankan dengan dua langkah yakni manual dan sistem. "Cara manual dapat dilakukan dengan menombol remote sesuai fire zona yang terbakar untuk menggerakkan nozzle ke arah zona kebakaran itu," tuturnya.

Namun, lanjutnya, bila sopir dan penumpang panik atau pingsan, maka sistem pemadam kebakaran akan bekerja secara sistem atau secara otomatis untuk menggerakkan "nozzle" ke seluruh zona kebakaran, tanpa dipilih.

"Gas likuid yang disemprotkan nozzle itu akan langsung memadamkan api kebakaran dalam hitungan detik atau menit dan dalam radius 2,5 meter persegi. Gas likuid itu tidak mengikat oksigen, sehingga saat disemprotkan tidak akan membahayakan penumpang. Gas likuid itu memang gas khusus untuk memadamkan api," paparnya.

Menurut dia, sistem pemadam kebakaran dalam kendaraan yang sudah dipatenkan itu akan disimulasikan di hadapan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ir Hotma Simanjuntak dan Randall Hart selaku penemu bahan-bahan kebakaran serta sejumlah pengusaha otobus di Jatim pada Rabu (12/9).

"Harga sistem itu minimal Rp3 juta hingga Rp7 juta sesuai dengan jumlah nozzle yang dipasang dalam kendaraan. Kalau mobil pribadi mungkin butuh 1-2 nozzle, tapi kalau bus atau kereta api tergantung dengan panjangnya kendaraan, asalkan dalam radius 2,5 meter persegi untuk satu nozzle," ujarnya.

Ia menambahkan sistem pemadam kebakaran dalam kendaraan itu juga bisa dilakukan secara nonmodular atau dipasang bersamaan proses pembuatan bus itu. "Kalau modular ya dipasang saat kendaraan sudah ada. Yang jelas, ide yang mendasari penemuan sistem itu memang berawal dari seringnya kendaraan yang terbakar habis akibat kecelakaan atau tiba-tiba terbakar dengan sendirinya," katanya.