Tips Rawat Mobil yang Parkir di Luar Rumah

Jaman sekarang banyak pemilik kendaraan roda empat memiliki mobil lebih dari satu. Meski memiliki mobil lebih dari satu, tapi tak demikian dengan daya tampung garasi rumahnya. Tak sedikit pemilik mobil memiliki rumah dengan kapasitas garasi hanya satu mobil.

Tentu hal itu membuat salah satu mobil diparkir di luar rumah dan tanpa atap. Konsekuensinya mobil yang diparkir di luar rumah mau tidak mau mengalami terpaan cahaya matahari langsung, debu, dan guyuran hujan. Bahkan ada risiko terserempet kendaraan lain yang melintas.


Konsekuensinya pemilik mobil harus melakukan perawatan dan perlindungan ekstra terhadap kendaraan tersebut. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan oleh pemilik mobil:

Perhatikan Posisi Parkir

Penentuan lokasi parkir dan posisi kendaraan di luar rumah perlu Anda pertimbangkan. Jika ada, sewa tempat parkir yang ada di sekitar rumah Anda. Jika tak ada dan harus diparkir di depan rumah, sebaiknya tidak di bawah pohon dengan alasan mencari teduh. Utamanya pohon yang berpotensi meneteskan getah.

Getah merupakan musuh besar bagi cat kendaraan. Posisikan kendaraan di tempat yang teduh oleh bangunan. Selain soal getah, tumbangnya pohon pun dapat mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.

Hindari pula memarkir mobil di atas permukaan miring dalam waktu lama. Hal itu dapat membuat umur kaki-kaki menjadi berbeda akibat pembagian bobot yang tak merata.

Sarung Mobil

Saat ini sarung mobil tersedia dengan berbagai jenis bahan dan aneka kemampuan perlindungan. Ada yang ha­nya mampu menjaga dari debu, hingga menggunakan bahan anti-air. Namun perlu diperhatikan, gunakanlah sarung mobil untuk melindungi mobil dari terpaan debu dan panas matahari. Tidak dianjurkan sarung mobil digunakan saat kondisi hujan. Pasalnya saat air menetes di sarung, dan sarung sedang dalam kondisi melekat ke bodi, hal tersebut berpotensi menyebabkan flek atau noda pada cat. Tentunya warna kendaraan akan kusam dan membutuhkan perawatan lagi nantinya.

Bersihkan Secara Rutin

Memarkir mobil di luar rumah membuat debu, air serta kotoran lainnya memiliki potensi lebih besar untuk melekat di kendaraan Anda. Lakukan pembersihan ringan seperti menyapunya dengan menggunakan lap untuk debu setiap hari.

Jangan biarkan kotoran menempel lama di bodi mobil. Hal tersebut dapat berkontribusi dalam membuat noda atau flek di cat kendaraan. Mencuci mobil dengan rutin juga dapat membantu untuk membuat kotoran tak memiliki kesempatan menempel lama di mobil Anda.

Manfaatkan Wax

Wax merupakan proses perawatan kendaraan untuk melapisi cat bodi. Hal tersebut akan melindunginya dari risiko warna memudar akibat terpaan cahaya matahari yang berlebihan. Waxing dapat diberikan dengan frekuensi yang lebih banyak daripada poles lantaran perlakuannya termasuk perawatan ringan.

Waxing minimal 3 kali setahun, bahkan dapat lebih banyak jika mobil Anda sangat sering dicuci dan terjemur dalam waktu lama. Waxing juga akan membuat cat mobil tetap berkilau.

Tips Cegah Jamur Hinggap di Bodi & Kaca Mobil

Musin hujan dengan intensitas lebat terus mengguyur tanah air, pemilik mobil dalam status siaga dalam merawat dan menjaga mobil dari kerusakan. Hal ini terutama untuk bodi. Jika tidak cermat membersihkan, maka kandungan air hujan bisa merusak bodi secara perlahan. 

Kondisi mobil seharian bersimbah hujan masih lebih baik ketimbang cuaca bergantian antara hujan dan panas. Pasalnya, jamur justru muncul ketika mobil terkena panas sinar matahari sehabis kehujanan, dan mobil tidak dibersihkan. 

Jamur timbul biasanya dari bekas bercak air yang menempel kemudian mengering di bodi atau kaca. Hampir sebagian besar air hujan itu ada pasir dan kotorannya. Kalau sudah sampai bercak, makin susah dihilangkan. 

Cukup mudah menghilangkan kotoran pada bodi mobil, cukup cuci dengan air bersih dan keringkan dengan plas chamois setiap kehujanan. Cara ini relatif minim biaya. Namun, jika malas, maka cukup kunjungi tempat pencucian mobil. 

Setiap habis terkena hujan, langsung kita cuci. Tidak masalah rugi sedikit tiap hari nongkrong di cuci steam, tapi mobil awet. Kalau mau irit, bisa cuci sendiri. 


Selain bodi, masalah jamur juga mengancam kaca mobil. Jika terkena air hujan, jamur cepat sekali timbul. Selain itu akan timbul korosi/karat di pinggiran kaca film. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk langsung dibersihkan.

Panduan Memilih Ban Mobil Saat Musim Hujan

Di saat musim hujan seperti sekarang ini, jalanan yang licin membuat setiap pengendara harus memilih ban yang tepat. Ban yang bagus menjadi sesuatu yang penting untuk keselamatan diri Anda saat berkendara.


Pemilihan ban di musim hujan menjadi faktor terpenting untuk menjaga keselamatan Anda saat berkendara. Kira-kira ban jenis apa yang paling tepat untuk digunakan di musim hujan?

1. Pilih Kembangan Sejajar

Tipe kembangnya direksional atau satu arah menjadi kembangan yang paling tepat untuk digunakan di musim hujan, yang tentu harus diselaraskan dengan tekanan angin yang pas. Karena kembangan sejajar pada ban sangat baik untuk memecah genangan air di jalanan.

Jika memang sudah terlanjur menggunakan kembangan non direksional, jangan terlalu khawatir. Karena setiap pabrikan ban sebelumnya sudah melakukan banyak pengujian ban tersebut meski tidak terlalu baik dalam memecah genangan air

Dan disarankan kembangan non diagonal harus lebih terus memperhatikan tekanan anginnya, tidak terlalu keras maupun lunak (kempes). Melainkan harus selalu sesuai dengan rekomendasikan yang ada di ban.

2. Pilih Ban yang bersertifikasi internasional

Ban yang bersertifikasi internasiaonal menjadi satu pilihan yang tepat saat berkendara meski hujan melanda. Karena jika telah bersertifikasi atau berstandart internasional, bisa dipastikan ban tersebut telah mengalami pengujian yang panjang dan aman untuk digunakan.

Seperti di Amerika yang biasa disapa DOT dan di eropa disapa ECE, Timur Tengah disebut GULF dan lain-lain . Sehingga tidak hanya bersertifikasi SNI.


3.Mengusung kompon medium

Ada beberapa pilihan kompon ban yang ditawarkan setiap produsen otomotif khususnya ban di Indonesia. Diantaranya soft kompon, medium Kompon, hard kompon. Nah di musim penghujan disarankan seluruh pengendara disarankan untuk menggunakan medium kompon.

Dimana medium kompon bisa menggigit aspal lebih baik saat jalanan menjadi basah akibat air hujan.



Artikel Terkait:

Merawat Jok Sintetis Mobil

Setelah dipakai liburan akhir tahun, pastikan Anda menyempatkan waktu untuk melakukan perawatan. Memang, bisa menggunakan jasa salon mobil, tapi kalau yang mau lebih irit, jangan sungkan untuk mengerjakan sendiri.  


Bagi Anda yang sudah melapisi jok dengan kulit sintetis, cara membersihkannya ternyata cukup mudah. Paling penting adalah memilih sabun yang tepat. Caranya pilih sabun dengan kadar Ph rendah, sehingga tak merusak tekstur kulit sintetis. 

Untuk lebih mudah, sabun atau "shampo" bayi bisa dijadikan pilihan utama karena biasanya punya Ph rendah. Metode bisa dilakukan dengan membasuh jok dengan air sabun, kemudian diseka dengan kain bersih. 

Berbeda dengan kulit asli, sintetis lebih mudah perawatan. Setelah kotoran hilang dengan air sabun, cukup seka dengan kain basah dan biarkan mengering. 

Bagi yang tak mau "ribet" memilih sabun bayi bisa membeli produk pembersih dari produsen jok kulit sintetis atau merek lain yang memang khusus dipasarkan. Dengan produk ini, Anda bisa langsung membersihkan kotoran pada jok.


Artikel Terkait:
Cara Mudah Bersihkan Dasbor Mobil
Tips Cara Merawat Kaca Mobil

Tips Rawat Bagian Bawah Mobil

Saat musim hujan, fokus utama membersihkan mobil tertuju ke bodi. Tidak salah memang. Apalagi jika setiap hari mobil disiram hujan. Tentu Anda memiliki prioritas. Untuk itu, seringkali kolong mobil dilupakan. 

Padahal, di kolong mobil terdapat berbagai komponen penting mobil. Seperti kaki-kaki yang terdiri atas sistem rem, suspensi, dan kemudi. Termasuk pula bagian bawah mesin dan transmisi. Ada juga dek yang berisiko karat jika tidak dijaga kebersihannya. Semakin penting jika Anda habis melewati banjir atau jalan berlumpur.


Sebenarnya menjaga kebersihan kolong mobil tidaklah sulit. Sebulan sekali Anda bisa bawa ke tempat cuci mobil yang dilengkapi perangkat hidraulis untuk mengangkat mobil. Air tekanan tinggi yang disemprotkan mestinya ampuh mengenyahkan kotoran yang menempel. 

Bagaimana kalau Anda tidak sempat ke tukang cuci mobil hidraulis? Sempatkanlah untuk melongok kolong mobil. Minimal seminggu sekali. Memang keleluasaan Anda berkurang. Setidaknya, minimal bisa mereduksi potensi kotor. 

Semprotkan air bertekanan dari sela-sela gril dan lubang udara di bumper agar kotoran rontok. Bersihkan sela-sela bumper bagian dalam dengan sikat. Gunakan sikat nylon yang memiliki tangkai panjang untuk memperluas jangkauan. Kalau masih kurang yakin, gunakan tangan untuk memeriksa kembali. 

Untuk memeriksa area sekitar ban, putar sedikit roda ke arah luar untuk memperluas akses ke kaki-kaki. Semprot dengan air bertekanan agar kotoran rontok. Bantu dengan sikat bertangkai panjang. 

Spons yang dilumuri sampo mobil bisa dikaryakan. Tapi tetap waspada dengan sensor yang terpasang di kolong mobil. 

Jangan lupa untuk membersihkan dek di atas ban. Cukup dengan kain lap karena ada lapisan anti-karat di sana. Untuk mudahnya, bisa dipakai spons yang sudah dibasahi dengan sampo mobil. 

Bersihkan pula pelek dan ban agar tampil segar kembali. Sambil bergerak ke belakang, semprot dek dengan air bertekanan. Beri perhatian khusus pada sudut pertemuan dengan bodi mobil. Pakai sikat nylon untuk memastikan kotoran rontok. 

Paket sepatbor, bumper, dan kaki-kaki belakang sama metode pengerjaannya dengan depan. Oh ya, jangan lupa untuk memeriksa karet-karet pada kaki-kaki mobil. Kalau robek, segera ganti. Kolong mobil pun terjaga kebersihannya.

Tips Aman Menggunakan Aditif buat Mobil

Pabrikan mobil memang tidak menyarankan Anda menggunakan aditif pada kendaraan Anda. Tetapi jika memang Anda terpaksa menggunakannya karena BBM berkualitas agak susah ditemui di jalanan seperti di daerah misalnya, Anda bisa menggunakan cara ini. 
Penggunaan BBM yang tidak memiliki kualitas tinggi akan membuat mesin mobil mulai terasa tidak smooth. Apalagi mobil-mobil keluaran terbaru zaman sebenarnya sekarang membutuhkan bensin setidaknya dengan angka oktan minimal 90. 

Jika menggunakan BBM dengan angka oktan di bawah 90, akan terasa penurunan performa kendaraan. Nah untuk mengatasinya, penggunaan aditif memang menjadi salah satu pilihan. 

Pihak pabrikan sendiri tidak terlalu mengharamkan penggunaan aditif, asalkan penggunaannya benar. Misalnya aditif hanya diperkenankan satu macam saja, jangan mencampur berbagai aditif BBM sekaligus. 


Penggunaannya pun dibatasi. Jika untuk mobil-mobil di kawasan Eropa, Australia, disarankan aditif digunakan sebanyak 1 botol di tangki BBM setiap kendaraan melaju 15.000 km. Sementara untuk mobil di luar kawasan tadi, penggunaan aditif disarankan sebanyak 1 botol di tangki BBM setiap kendaraan melaju sejauh 5.000 km.

Inilah Jenis Kecelakaan yang Buat Airbag Tak Mengembang

Airbag tak mengembang saat terjadi tabrakan menjadi hal yang memunculkan pertanyaan besar bagi sejumlah masyarakat. Mengapa bisa begitu? 

Ternyata airbag khususnya bagian depan itu dirancang mengembang saat terjadi tabrakan frontal tapi dengan intensitas, kecepatan dan sudut tabrakan pada bagian depan. 

Ada beberapa posisi tabrakan yang bisa menjadikan airbag depan tidak mengembang. berikut ulasannya.

Ditabrak bagian samping 

Untuk airbag samping dirancang mengembang jika telah terdeteksi oleh sensor yang berada di samping dan itu juga mengembang tergantung kekuatan, kecepatan dan sudut dari tabrakannya itu sendiri. 

Hanya saja bisa juga mengembang hanya dalam satu sudut seperti akan mengembang ketika terjadi benturan keras sehingga tetap terdeteksi oleh sensor. 

Namun, jika dalam kecepatan rendah mungkin airbag tidak akan mengembang. Ada juga airbag yang didesain saling berhubungan dengan sabuk pengaman. Jika sabuk pengaman tidak dikenakan maka airbag tidak akan mengembang jika terjadi tabrkan. 

Ditabrak dari belakang 

Airbag depan Anda tidak akan mengembang jika mobil Anda ditabrak dari belakang. Hal itu karena tidak adanya sensor airbag depan yang membaca sensor airbag depan untuk mengembang. 

Hal ini juga hampir sama dengan tabrakan samping yang tidak akan mengembangkan airbag depan. Apalagi tingkat benturannya tidak kencang atau dengan kecepatan rendah. 

Kemudian jika mobil ditabrak dari belakang, posisi badan Anda akan terdorong ke arah belakang, jadi jikapun airbag terkembang tidak akan memberi pengaruh apa-apa. 


Mobil terguling 

Satu lagi yang tidak bisa membuat airbag depan tidak mengembang. Jika mobil terguling, maka airbag depan dipastikan tidak akan mengembang karena sensor tidak bisa mendeteksinya. 

Terkecuali, jika mobil itu memiliki airbag samping. Bisa saja mengembang setelah terguling. 

Menabrak Tiang atau Pohon 

Terakhir yang membuat airbag depan tidak mengembang itu jika mobil tersebut menabrak tiang listrik atau pohon yang ada di depannya. Itu karena benturan hanya terjadi di satu daerah dan kekuatannya tidak bisa terdeteksi oleh sensor. 

Dan juga ada lagi yang bisa menyebabkan airbag depan tidak mengembang, yakni ketika mobil itu mau menabrkan truk, pengemudinya sedikit melakukan pengereman meski pada akhirnya mobil itu nabrak. 

Itu dikarenakan saat terjadi deselerasi, sensor airbag tidak akan mendeteksi, alhasil airbag tidak akan mengembang.