25 Tahun Sudah Airbag Dikembangkan untuk Keselamatan Berkendara

Aplikasi fitur keselamatan airbag kini sudah lazim ada di mobil. Tapi siapa yang tahu kalau teknologi ini ternyata akan segera berulang tahun ke 25. Dan pihak yang berbahagia adalah Volvo yang serius mengembangkannya sejak dahulu.

Mobil yang dilengkapi dengan airbag sendiri diproduksi pertama kali pada tahun 1987 ketika Volvo mengeluarkan model Volvo 850.

Menilik ke belakang, konsep sebuah airbag sebenarnya sudah tercetus sejak tahun 50an ketika ada sebuah gambar paten pada tahun 1955 yang mirip dengan airbag. Tapi konsep itu tidak berkembang. Apalagi pada paten tersebut pengembangan airbag harus menekan sebuah tombol, tidak otomatis seperti sekarang ini.


Pengambangan airbag terhitung berjalan makin cepat ketika lahir RUU di Amerika Serikat pada tahun 1984 dimana selain sabuk pengaman, tiap mobil juga harus dilengkapi sistem pengaman yang berfungsi otomatis tanpa harus diaktifkan oleh pengemudi.

Volvo pun langsung bekerja. Terlebih, Volvo sejak tahun 1959 juga tercatat sebagai pencipta sabuk pengaman 3 titik yang saat ini digunakan dihampir seluruh mobil yang ada di dunia. Pengembangan airbag itu pun mereka integrasikan dengan keamanan sabuk pengaman.

Seiring jalannya waktu, merek mobil yang memang fokus pada sistem keamanan di mobil itu juga mengambangkan airbag samping yang membantu pengemudi untuk terlindung dari dampak tabrakan samping. Hal itu mereka perkenalkan pada 1994.

Selanjutnya, Volvo juga menciptakan airbag 'tirai' yang menutupi jendela samping ketika tabrakan terjadi. Di tahun 1998, airbag atas juga mereka perkenalkan dan menjadi fitur standar ditiap modelnya yang melindungi pengendara dan penumpang ketika mobil berguling.
 
Setelah 25 tahun, menyempurnakan teknologi airbag merupakan bagian penting dari tujuan Volvo untuk membangun mobil teraman di dunia.
 
Pengembangan airbag pun masih terus dilakukan oleh Volvo. Di tahun ini, Volvo tercatat memperkenalkan airbag pejalan kaki yang mereka tempatkan di atas kap mesin di eksterior mobil. Kantung udara itu tersembunyi tapi akan menyebar bila terjadi tabrakan.

Airbag luar itu menurut mereka penting untuk melindungi pejalan kaki dari efek tabrakan. Tercatat Volvo V40 sudah menerapkannya dan mobil ini kini didaulat sebagai mobil teraman di dunia.

Tips Agar Tidak Jadi Korban Polisi Gadungan

"Hati hati ya masyarakat pengguna kendaraan, banyak polisi gadungan yang suka operasi sendiri tanpa surat perintah!," begitu tulis Divisi Humas Mabes Polri di laman Facebook.

Setiap beraksi oknum polisi ini biasanya memakai seragam polisi tetapi ditutup pakai jaket, agar tidak terlihat papan namanya. Dan biasanya pengendara ditakut-takuti akan dibawa ke kantor polisi terdekat atau bahkan kendaraan disita.


Kalau pengendara terlihat gugup atau takut maka pengendara akan jadi sasaran pemerasan, dan menjadi korban penipuannya.

"Sebaiknya kalau terjadi pada anda, sebaiknya anda tantang minta surat tilangnya, dan agar menunjukkan surat perintah patroli atau Kartu Tanda Anggota Polri dengan alasan 'Bapak tidak membuka jaketnya sehingga saya tidak tahu kesatuan bapak'" tulisnya.

Dan apabila petugas itu menolak, jangan sampai menyerahkan apapun kepadanya. Apalagi kendaraan atau SIM atau STNK dan uang. Karena pasti itu polisi gadungan iseng yang mencari uang di jalanan. Jadi waspadalah!

Mobil Hybrid Pertama Dalam Sejarah

Pabrikan mobil asal Jerman, Porsche pada 1990 membuat mobil hybrid pertama di dunia yang diberi nama Semper Vivus.


Selama ini, Semper Vivus yang berarti 'selalu hidup', menjadi mobil display yang ditampilkan di Porsche Museum, di kota  Stuttgart, Jerman. Kabarnya, Porsche Museum harus membangun ulang Semper Vivus agar kembali orisinal selama empat tahun.

Semper Vivus sendiri diciptakan oleh pendiri Porsche, Ferdinand Porsche sebagai sarana unjuk kecanggihan teknologi Porsche. Sehingga pabrikan yang ngetop lewat produk supercar dan sportcarnya tidak menjual Semper Vivus secara umum.

Sayangnya tak ada keterangan mengenai tipe mesin dan tenaga bagi mobil yang berbentuk seperti kereta kuda ini. Yang jelas, mesin konvensionalnya diletakkan di bagian belakang, dan motor elektriknya menempel di bagian roda depan.

Mitos-Mitos yang Salah Seputar Ban Mobil

Banyak orang belum mengerti seluk-beluk memperlakukan ban, tapi banyak juga yang sok tahu. Maka dari itu beredarlah segudang mitos tentang ban. Celakanya, bila mitos yang salah dipercaya publik, ini akan membuat ribuan nyawa terancam.

Jangan sampai salah kaprah menimpa kita. Berikut kami kumpulkan sejumlah mitos mengenai ‘si karet bundar’ ini, dan mencari jawaban yang benar dari pakar maupun sumber terpercaya lainnya.  


Ban baru harus ditempatkan di depan ketimbang di belakang
Tidak benar. Atas dasar asumsi roda depan berfungsi sebagai pengatur arah kendaraan dan beberapa kendaraan digunakan sebagai penggerak, membuat roda depan perlu mendapat ban terbaik. Tak heran bila banyak mekanik menyarankan untuk menempatkan ban baru di poros depan, ketimbang di belakang.

Traksi optimal di bagian depan lantaran menggunakan ban baru membuat mobil cenderung mudah mengalaami gejala oversteer  atau sering disebut ngepot.  Hal ini disebabkan ban belakang memiliki daya cengkeram yang lebih buruk ketimbang roda depan.

Nah, bila kondisinya dibalik, tentu Anda akan berpikir bahwa gejala understeer  akan mudah terjadi. Namun gejala ini akan sulit terjadi lantaran pengemudi dapat langsung mendeteksi sejak awal. Dan antisipasi gejala understeer lebih mudah dilakukan ketimbang oversteer.  Atas dasar itulah, kedua ban baru perlu ditaruh di bagian belakang ketimbang roda depan.
 
Tekanan angin ban perlu dikurangi saat hujan
Berasumsi akan memperoleh daya cengkeram optimal, tak sedikit orang berpikir untuk mengurangi tekanan angin ban dari kondisi ideal saat hujan. Padahal, tindakan ini justru membuat telapak ban menjadi tidak menapak sempurna ke permukaan jalan.

Dengan bagian tengah yang melengkung akibat berkurangnya tekanan, membuat ban kesulitan untuk membuang air ke samping. Akibatnya gejala aquaplaning  pun menjadi mudah terjadi ketika mobil menerjang genangan air. Apalagi hujan membuat suhu ban menjadi dingin. Kondisi ini membuat tekanan angin bisa turun hingga 1 psi.

Idealnya, tentu tekanan angin ban perlu dijaga agar tetap berada dalam batas rekomendasi pabrik. Dengan begitu daya cengkeramnya akan tetap optimal di beragam kondisi cuaca dan jalan.
 
Ban bisa meledak tiba-tiba setiap saat
Tidak benar. Apalagi dalam kondisi normal. Dengan teknologi tanpa ban dalam alias tubeless,  ban tidak bisa meledak. Jika sampai meledak, berarti ada kerusakan terlebih dahulu. Misalnya ban telah memiliki tambalan sehingga kawat baja di dalam ban menjadi rusak atau kerikil yang menyelinap di antara pattern  ban dalam jangka waktu yang lama.
 
Kemampuan ban saat hujan tergantung model alurnya
Tidak sepenuhnya benar. Saat ban menggelinding, memang alur air yang akan berpengaruh pada efektivitas ban membuang air ke samping. “Tapi di saat pengereman mendadak sampai ban mengunci, alur tidak memiliki pengaruh. Di sini justru kompon ban yang ambil peranan,” ucap Zulpata Zainal, pakar dari Bridgestone Tyre Indonesia. Maka dari itu, sebaik apapun alurnya, bila komponnya keras ban dapat membahayakan di jalan licin.
 
Makin keras tekanan ban makin mudah pecah
Salah. Konstruksi ban dibuat sedemikian rupa sehingga tahan hingga tekanan 40 psi. Justru sebaliknya, tekanan terlalu rendah yang dapat membuat ban menjadi lebih rentan pecah, karena keadaan itu membuat kerja dinding ban semakin fleksibel dan memungkinkan kawat pada sidewall  putus dan menyebabkan ban pecah. 

Makin lebar alur airnya, berarti cengkeraman ban makin baik
Tidak benar. Semakin lebar alur airnya berarti semakin sedikit karet yang menempel ke jalan. Ini akan sangat merugikan di saat kondisi jalan kering. Dan sebagian besar waktu kita berjalan dengan mobil adalah saat kering.
 
Makin mahal ban makin bagus performanya
Di banyak kasus, ya. Ban mahal di ukuran dan kelas yang sama, bukannya tanpa alasan. Ini adalah kompensasi dari riset mahal yang dilakukan oleh produsennya. Berdasarkan tes ban yang dilakukan beberapa lembaga independen di Amerika, ban berharga mahal cenderung memberi cengkeraman baik, memiliki kebisingan lebih rendah, daya tahan lebih lama, serta hambatan gelinding lebih rendah.
 
Makin tipis ban makin mudah rusak
Belum tentu. Bila dalam pemakaian normal di jalan halus, ban profil tipis justru bisa lebih panjang umur pakainya. Ini karena cengkeraman yang tinggi sehingga tapak ban jarang bergeser terhadap aspal. Tapi memang, bila sering menghantam jalan rusak, profil ban tipis akan mempercepat rusaknya ban, atau bahkan pelek.
 
Spooring mempengaruhi keausan ban
Ya. Bahkan ini adalah salah satu faktor terberat yang mempengaruhi keausan ban. Spooring  yang tidak benar akan membuat ban habis secara cepat dan tidak merata. Untuk itu sangat dianjurkan Anda melakukan spooring  setiap 10.000 km atau ketika ada gejala lain yang dirasakan seperti setir membuang ke satu arah dan ban berdecit ketika membelok patah.
 

Mobil Listrik Tucuxi Salah Satu yang Tercepat di Dunia

Mobil listrik Tucuxi yang merupakan mobil listrik pesanan Dahlan Iskan di klaim bisa menembus kecepatan tinggi seperti halnya mobil sport bermesin bensin.
 

Kecepatannya bisa mencapai 240 km/jam dengan jangkauan 300 km sekali charge (baterai). Mobil yang dipesan Menteri BUMN Dahlan Iskan senilai Rp 1,5 miliar tersebut bisa dihidupkan motor listriknya dengan menekan tombol start stop saja seperti mobil-mobil modern.
 
Pakai tombol tekan kayak main bom-bom car. Bunyinya kayak sirene kalau hidup, suaranya enggak mirip mobil.

Baterainya bisa diisi paling cepat selama 4 jam mulai dari kondisi baterai kosong.  Kalau pakai charge kecil di rumah paling 10 jam itu dari kosong.
 


Tiga Selebritis Pemilik Mobil Termahal di Dunia

Mobil menjadi simbol status bagi sebagian orang, oleh karena itu ada beberapa orang yang harus menghabiskan banyak uang untuk membeli mobil. Karena itulah dengan bayaran tinggi, para selebritis juga sering tampil dengan kendaraan impiannya.

Bagi mereka, mobil adalah sesuatu yang harus dimiliki, banyak selebriti berlomba untuk memiliki sebuah mobil mewah yang tentu harganya mahal. Namun dengan penghasilan yang berlimpah, harga mobil yang selangit bukan jadi halangan untuk mereka. Berikut tiga selebritis dengan mobil termahal di dunia:


1. Simon Cowell - Bugatti Veyron

Simon Cowell memiliki mobil mahal,  Bugatti Veyron Simon Cowell adalah Mantan juri American Idol. Seperti kita ketahui, Bugatti Veyron adalah mobil super di dunia. Harga mobil ini diberikan kepada sekitar $ 1.700.000 atau sekitar Rp 15 miliar. Meski mobil yang dibelinya itu memiliki predikat sebagai mobil tercepat kedua di dunia, Simon belum puas. Pria asal Inggris itu memasukkan namanya dalam daftar tunggu untuk pembelian Cabriolet 100EX. Ia juga mempunyai Ferrari dan Rolls Royce Phantom di garasinya.

2. Jerry Seinfeld - Porche 959

Jerry Seinfeld adalah seorang pecinta Porsche, sehingga Anda jangan heran jika Anda melihat banyak mobil Porsche di garasi mobilnya. Salah satunya adalah 959 Porsche, mobil ini adalah salah satu mobil selebriti paling mahal di dunia. Porche 959 miliknya seharga US$ 700 ribu atau sekitar Rp 6,25 miliar. Bukan hanya bisa berlari kencang, mobil berwarna silver itu juga memiliki desain yang unik. Porsche 959 juga mobil favorit yang dimiliki oleh Jerry, hal ini disebabkan oleh Porsche 959 hanya diproduksi sebanyak 337 unit dan Jerry satu orang yang bisa memiliki mobil ini.

3. Nicolas Cage - Enzo Ferrari

Lahir dengan nama Nicolas Kim Coppola, adalah produser aktor, sutradara, dan film. Mobil Enzo Ferrari berwarna merah dibeli aktor berusia 46 tahun itu seharga US$670 ribu atau sekitar Rp 5,98 miliar. Mobil ini memiliki kinerja yang sangat baik, hal ini disebabkan oleh mesin lengkap dari mobil ini.

VW Siap Bikin Mobil Murah buat Pasar Indonesia

Setelah pabrikan Jepang membuat mobil murah buat negara-negara berkembang seperti Indonesia, kini giliran Wolkswagen (VW) ikut mengincar segmen ini.

Diberitakan Volkswagen tengah mempersiapkan mobil murah yang akan dilepas di kisaran 5.000-10.000 euro atau sekitar Rp62,3-125 juta.


Menurut salah satu pejabat Volkswagen, Bernd Osterloh, "budget car" ini siap dipasarkan dalam waktu dua tahun dan akan menyasar negara berkembang seperti India, Asia Tenggara, dan Afrika.

Dengan begitu, Indonesia sepertinya menjadi salah satu tujuan kendaraan ini. Mengingat pasar VW di Indonesia sudah lumayan tinggi.

Apalagi beberapa pabrikan sudah masuk Indonesia, seperti Toyota-Daihatsu dengan produk Astra Toyota Agya-Astra Daihatsu Ayla, Nissan akan menghidupkan Datsun, GM mengembangkan pabrik di Bekasi, Mitsubishi juga siap memboyong Mirage 1.000 CC, dan terakhir adalah Tata dengan produk fenomenalnya Tata Nano.

Meski belum diresmikan mesin apa yang kelak akan digunakan, Volkswagen sendiri rencananya akan memberikan merk baru.