Tips Buat Mobil yang Kena Banjir

Hujan deras yang terjadi seperti pada saat-saat ini mengakibatkan sejumlah jalanan terendam banjir. Tak pelak, kemacetan pun terjadi di mana-mana. Banjir kemungkinan juga akan terjadi, sebab siang dan malam hujan lebat  mengguyur.


Bagi Anda pengendara mobil, harus hati-hati melintasi jalanan yang terendam air. Bila tidak, mobil Anda bisa mogok di jalan.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan saat mobil terkena banjir? Berikut beberapa tips penanganan mobil setelah terkena banjir:

Bila mobil terkena banjir ringan:
- Periksa kondisi bearing roda
- Periksa kondisi sistem rem
- Periksa kerja sistem ABS
- Periksa kondisi tie rod dan ball joint
 

Banjir sedang: 
- Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, jika tercampur air, ganti dengan yang baru
- Buka knalpot dan saringan udara, jika ada air bersihkan dan keringkan
- Pastikan mesin dapat berputar dengan cara memutar pully dengan kunci
- Periksa silinder dengan membuka busi, jika ada air bersihkan dengan cara start engine dengan kondisi busi terbuka semua
- Periksa kelengkapan kelistrikan mesin, seperti starter, alternator, dan ECU. Jika terdapat air, bersihkan dan keringkan

Banjir berat: 
- Periksa komponen-komponen sesuai pada kategori kebanjiran ringan dan sedang, serta periksa komponen yang berada dalam kabin.
- Periksa semua ECU, combination meter, tape, relay, dan fuse, serta semua konektor yang ada di dalam kabin. Pastika semua terbebas dari air, kemudian bersihkan dan keringkan menggunakan blower atau hair dryer. 
- Bawa mobil ke bengkel agar mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Tips Rawat Mobil Saat Cuaca Tidak Menentu

Merawat kendaraan di saat iklim tidak menentu seperti sekarang memang butuh kesabaran lebih. Selain menyebabkan kerepotan, hujan dan panas yang datang silih berganti dalam waktu singkat, bahkan dalam beberapa jam saja dapat berakibat buruk pada kendaraan, terutama di bagian eksteriornya. Karenanya, justru di musim seperti ini kondisi kendaraan harus mendapat perhatian ekstra.

Bagian eksterior mobil yang terkena dampak langsung akibat buruknya cuaca adalah cat. Selain untuk merperindah mobil, cat juga berguna untuk melindungi mobil dari karat. Sinar matahari dan hujan berdampak negatif terhadap cat mobil. Terpaan sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet dan air hujan yang mengandung zat asam akan merusak cat mobil. Apalagi jika terpaannya datang silih berganti. Karena itu mobil yang tidak digunakan sebaiknya dimasukkan ke dalam garasi, dan jika terkena hujan segeralah bodinya diberihkan dan dikeringkan dari bekas-bekas air.


Agar cat mobil terhindar dari jamur, pemilik sebaiknya membersihkan kendaraan setiap hari. Siramlah bodi mobil dengan air untuk menghilangkan debu yang melekat. Hindari penggunaan lap kering yang dapat meyebabkan tergoresnya cat. Anda bisa memanfaatkan pembersih bulu ayam (kemoceng) untuk membersihkan debu. Kendati akan lebih baik jika mencuci mobil hanya dengan air, namun sampo/sabun khusus mobil bisa juga digunakan. Syaratnya, mobil harus dibilas sampai bersih untuk menghilangkan sisa-sisa sabun yang membuat warna menjadi kusam. Gunakanlah lap berbahan halus untuk menghindari cat mobil tergores. Jangan terlalu sering menggunakan polishing material, karena akan menipiskan lapisan cat.

Pemilik mobil dianjurkan memakai pelindung cat untuk menambah keindahan supaya cat lebih mengkilat, tahan lama, tidak pudar, tidak timbul jamur dan terlindungi dari sinar ultraviolet. Bawalah mobil anda ke workshop profesional spesialis pelindung cat yang memiliki peralatan khusus dan dilakukan oleh tenaga ahli terlatih.

Hujan kerap turun tiba-tiba, karenanya pastikan alat peyeka kaca bekerja dengan baik. Selain mengganggu pandangan pengemudi, rusaknya alat penyeka kaca dapat menyebabkan kaca mobil menjadi kotor dan buram. Bagian yang paling rentan terpengaruh oleh cuaca adalah karet wiper, terutama pada kelenturannya. Debu, kotoran, asap, hujan, panas yang sering menerpa membuat kelenturan karet wiper berkurang. Hal ini mengakibatkan karet wiper tidak mampu membersihkan kaca saat hujan turun.

Jika terkena hujan dan panas dan diselingi dengan menempelnya debu-debu serta asap knalpot, maka kaca mobil akan menjadi berjamur dan berpelangi. Untuk mengatasinya, bersihkan kaca dengan cairan pembersih kaca. Namun, pemilik sebaiknya juga memperhatikan kaca saat terkena hujan. Keringkan segera kaca sesaat setelah terkena hujan, Jangan dibiaran kering sendri karena akan menimbulkan bercak-bercak air. Dan jika bercak tersebut didiamkan lama-lama dapat menyebabkan pengkristalan yang susah dihilangkan.


Iklim Indonesia yang udaranya cenderung lembab dan asin, ditambah hujan yang turun terus-menerus menyebabkan rentannya besi-besi kendaraan dari serangan karat. Agar terhindar dari karat, seringlah mencuci mobil sendiri. Tidak dianjurkan mencuci di car wash karena sangat sulit membatasi masuknya air ke bagian dalam kendaraan. Cuci mobil di pagi hari, jemur di bawah sinar matahari dengan membuka seluruh bagian pintu, menurunkan kaca jendela supaya matahari bisa masuk. Jangan memakai mobil dalam kondisi basah. Mencuci moil di malam hari tidak disarankan, karena lama keringnya dan juga banyak embun yang sulit hilang.

Saat terkena banjir, sebaiknya bagian bawah mobil langsung dicuci/ siramlah dengan air bersih, lalu jemur. Jangan biarkan kotoran dan air mengendap yang akan mempermudah besi berkarat.
Bagi Anda yang kebetulan memiliki kendaraan baru sebaiknya sudah memberikan perlindungan antikarat pada kendaraan Anda saat keluar dari showroom/pabrik. Sebagian mobil menmang sudah diberika lapisan antikarat saat perakitan, namun umumnya hanya bagian-bagian tertentu saja. Lagipula, bibit karat sudah ada akibat proses pengelasan.

Karena itu alangkah bijaksana jika sebelum dipakai, mobil baru Anda dibawa ke bengkel perlindungan antikarat yang akan memberikan palisan antikarat secara menyeluruh.

Mengenal Teknik Dasar Drifting

Teknik drifting dilakukan dengan cara membiarkan ban belakang slip dengan alur yang lebih besar daripada ban depan. Ini biasanya terjadi saat mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, kemudian arah dibelokan tanpa mengurangi kecepatan mobil. Jika teknik drifting dilakukan dengan tidak tepat, bisa menyebabkan mobil melintir dan kehilangan kendali. Karena itu, kecepatan dan sudut belokan harus diambil secara akurat.

Ada dua teknik utama yang digunakan oleh drifter untuk menciptakan gerakan drift yaitu Clutching (penggunaan kopling) dan braking (penggunaan rem). Dalam teknik clutching, saat mobil pembalap mendekati tikungan, ia akan menekan kopling dan pindah ke gigi 2. Lalu pembalap akan menekan gas sampai sekitar 4500 rpm. Saat kopling dilepas, akan ada putaran kuat pada ban karena saat itu mesin sedang berputar cepat. Kekuatan besar mendadak ini membuat ban belakang berputar sangat cepat sampai kehilangan traksi dan bagian belakang mobil akan melintir.

Sementara dalam teknik braking, pengemudi menarik rem tangan saat memasuki tikungan sehingga menyebabkan ban belakang terkunci dan kehilangan traksi dan menciptakan gerakan drift. Teknik ini adalah satu-satunya teknik yang bisa digunakan untuk mobil-mobil front wheel-drive (FWD). Sementara untuk mobil rear wheel-drive (RWD) memiliki setidaknya satu lusin teknik. Inilah sebabnya lebih banyak pro drifter yang menggunakan mobil rear wheel drive (RWD) untuk dibesut.

Berikut ini ada beberapa teknik yang biasa dipergunakan ketika drifting.

HandBrake Drift
Kopling diinjak dan disaat bersamaan hand-brake ditarik untuk menghilangkan traksi. Ketika traksi sudah hilang, kopling di lepas dan pedal gas ditekan sambil lakukan countersteering.
 
Power Slide
Syaratnya butuh mobil dengan mesin bertenaga besar. Caranya hanya dengan membejek pedal gas habis dan mengontrol arah mobil dengan setir.
 
Shift Lock
Drifting dengan cara menurunkan posisi gigi jadi lebih rendah. Hal ini membuat ban mengunci sehingga traksi hilang.
 
Clutch Kick
Drifting dengan cara menendang kopling segingga menimbulkan guncangan pada transmisi sehingga mempengaruhi keseimbangan mobil. Hal ini bakal membuat mobil slidding.
 
Braking Drift
Caranya saat masuk tikungan pedal rem diinjak sehingga bobot pindah ke depan. Kemudian pedal gas langsung dipijak sehingga ban belakang kehilangan traksi.
 
Feint/Scandinavian Flick
Caranya dengan memindahkan bobot kendaraan ke luar dengan cara memutar setir ke arah luar tikungan dan dengan tiba-tiba memutar balik setir sehingga bagian belakang mobil bergeser. Teknik ini seperti cara menikung mayoritas pereli.
 
Kansei/dynamic drift
Drifting dengan cara mengangkat pedal gas saat kecepatan tinggi. Ini terjadi karena saat pedal gas diangkat bobot pindah dari belakang ke depan.

Saat drift sudah tercipta dengan melakukan teknik yang benar, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah menjaga agar mobil tetap terkontrol. Untuk yang satu ini diperlukan keahlian dari si pengemudi dalam mengontrol kombinasi antara gas dan setir.

Ilustrasi ini memberikan sense yang bagus dari pengemudian dan menginjak pedal gas yang harus anda mengerti untuk menjaga mobil anda ketika melakukan drifting. Ketika menggerakkan mobil dari sudut full drift satu arah ke full drift ke arah yang berlainan, persiapkan untuk bagian belakang yang akan datang dengan tekanan yang berlebih ketika memulai drift dari arah depan. Berikan diri anda banyak ruang untuk menguasai teknik anda agar anda tidak lepas kendali atau menjadi sesuatu yang tidak dapat bergerak.

 
1.keraskan kemudi (steer hard) sewaktu membelok untuk mulai meluncur, kemudian lakukan banting-kemudi (countersteer) sebelum mobil keluar jalur
2.lanjutkan membanting-kemudi (countersteering) untuk mempertahankan laju luncuran. Ini merupakan tindakan untuk menyeimbangkan
3.sekarang anda mempersiapkan untuk tikungan selanjutnya. Tujuannya adalah agar dapat men-drift sepanjang lintasan yang dilalui tanpa meluruskan mobil selama beberapa saat ketika bagian belakang (buritan) mengayun
4.anda harus memacu kecepatan sekarang, jadi persiapkan untuk membejek gas yang bertujuan untuk menjaga roda bagian belakang tetap meluncur. Traction kills drift!
5.Inilah saat-saat yang tersulit. Menjaga bagian belakang (buritan) tetap meluncur melalui tikungan sangat mudah, tapi men-drift terus pada lintasan lurus yang cukup berat. Pada saat anda kehilangan momentum, posisi mobil akan lurus kembali, tapi anda akan terkejut berpa lama anda dapat mempertahankan posisi meluncurnya. Semoga berhasil! 

Mengenal Sejarah dan Perkembangan Drifting

Drifting merupakan teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin. Biasanya para drifter (pembalap drifting) hanya menggunakan gigi dua dan rem tangan (hand brake) untuk menunjukkan teknik tingkat tinggi ini, karena itulah sangat dibutuhkan keahlian tertentu dan disiplin yang cukup tinggi untuk dapat menguasai teknik mengemudi seperti ini.

Saat ini Drifting sudah menjadi olah raga profesional yang berjalan di bawah bendera D1 Grand Prix tapi sayangnya, sampai saat ini Drifting belum mendapat pengakuan dari FIA.


Drifting tumbuh di Jepang sekitar petengahan 1960-an, dipelopori kalangan motorsport underground yang dijuluki rolling zoku. Mereka mempraktikkan teknik opposite-lock dari reli ini di jalan pegunungan (touge) yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano.

Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu.

Pada tahun 2001, Daijiro Inada (pendiri Option Magazine dan Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi ‘Dorikin’ (Raja Drifting) Tsuchiya (pembalap turing dan juga ‘Bapak Drifting Profesional’) membuat seri kompetisi drifting profesional, D1 Grand Prix (D1 GP).
 

Biasanya mobil-mobil yang diturunkan dalam ajang drifting adalah mobil-mobil yang berbobot ringan hingga sedang dengan tipe coupe/sedan dan menggunakan penggerak roda belakang atau FR (front engine, rear-wheel-drive) seperti Nissan Skyline, Nissan Sylvia, Toyota Mark II, Toyota Corolla DX, dan Toyota Levin/Sprinter Trueno (AE86). Soalnya pada mobil jenis ini tenaga untuk sliding selalu disalurkan oleh roda belakang, sedangkan roda depan dimanfaatkan untuk mengontrol mobil/drift.

Tapi saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mobil-mobil yang menggunakan tipe penggerak seluruh roda FA (front engine, all-wheel-drive) semacam Subaru Impreza WRX STi dan Mitsubishi Lancer Evolution dan penggerak roda depan FF (front engine, front-wheel-drive) juga ikut turun dalam ajang drifting. Kesulitan akan didapat apabila memakai mobil dengan penggerak roda depan atau FF, dimana tenaga dan kontrol ada di roda depan sehingga agak susah untuk menaklukkan beberapa tikungan sekaligus.

Tips Berkendara Aman Dengan Mobil saat Hujan


Berkendara saat hujan memang cukup berbahaya bila anda tidak hati hati karena licinnya jalanan tempat anda melintas serta tetesan air hujan yang menghalangi pandangan anda, jadi anda tidak dapat ngebut layaknya jalanan normal tidak becek atau licin, berikut ada beberapa tips aman berkendara saat hujan.


1.Sebelum berkendara, pastikan mobil dalam kondisi prima. Misalnya, rem harus berfungsi dengan baik, tekanan udaraban cukup, karet wiper masih bisa menyapu air dengan sempurna.

2. Kurangi Kecepatan Mobil Anda. Sebisa mungkin lepaskan kaki dari pedal gas dan mengerem lebih awal dengan kekuatan yang kurang dari biasanya. Berkendara ngebut saat hujan bisa membuat mobil ‘melayang’ tak terkekndali dan keluar dari rute seharusnya, yang disebabkan Karena adanya genangan air.

3. Hindari genangan air. Jika dilihat sekilas, genangan air mungkin tidak berbahaya. Namun, bisa saja air lebih tinggi dari perkiraan karena lubang atau kondisi jaln berkontur.

4. Bila baru melewati daerah banjir, ‘keringkan’ rem yang basah dengan menginjak pedal gas dan rem saat bersamaan. Sebelum melanjutkan perjalanan, pastikan rem sudah berjalan dengan baik.


5. Hujan dan AC yang terlampau dingin bisa membuat kaca mobil berembun. Jika ini terjadi, tekan tombol defroster yang efektif cairkan embun. Jika mobil tidak memakai fasilitas defroster, alohkan AC pada kedua sisi jendela bagian depan untuk mencairkan embun. Setidaknya kaca spion harus dapat terlihat denga jelas saat berkendara.

6. Hindari penggunaan lampu sorot di waktu hujan. Lampu sorot akan menyulitkan Anda melihat jalan. Karena tetesan hujan di udara, cahaya akan memantul balik ke arah Anda. Sebagai gantinya, nyalakan lampu kabut Anda. Dijamin akan membantu Anda melihat jalanan. Jangan pula menggunakan lampu hazard karena akan mengganggu pengendara lain.

7. Waspada pada keadaan sekitar. Hujan membuat Anda sulit melihat orang, binatang atau benda yang ada dalam jarak pandang Anda.

Demikian tips berkendara aman saat hujan semoga bermanfaat untuk anda dalam berkendara untuk menghadapi hujan.

Inilah Tanda-tanda Ban Mobil Perlu Diganti


Ban merupakan bagian yang terpenting dalam sebuah kendaraan. Tapi masalahnya banyak pengandara yang tidak peka dengan kondisi ban pada kendaraannya.

Tidak sedikit kecelakaan terjadi akibat ban pecah saat kendaraan melaju kencang. Pastinya itu sangat berbahaya.

Ada baiknya kita semua memeriksa kondisi ban jika terlihat gejala-gejala kerusakan maka segeralah diganti untuk menjaga keselamatan dalam berkendara.
 


Dan kita pun harus mengetahui tanda-tanda untuk mengganti ban baru. Tanda-tanda tersebut antara lain:

1.Lihat permukaan ban Anda apakah sudah dalam keadaan licin atau tidak. Kalau sudah demikian maka dianjurkan untuk segera menggantinya dengan ban yang baru.
 
Bahayanya jika permukaan ban sudah licin maka dalam kondisi hujan akan licin dan kalau aspal panas bisa menyebabkan cepat sobek/retak-retak.

2. Periksa kedalaman alur di setiap telapak ban. Kalau kedalamannya kurang dari 1,5 mm maka Anda harus menggantinya. Kalau kedalamannya sudah kurang dari 1,5 mm maka ban mudah bocor.

3. Perhatikan jika ban Anda sudah terlihat retak-retak atau sudah mulai muncul kawat maka itu benar-benar harus diganti. Sebab untuk menjaga hal terburuk yang tidak diinginkan saat berkendara.
 
Ban yang sudah retak-retak itu rentan meledak apalagi jika kondisi aspal panas.

4. Jika ban Anda sudah mulai mengalami kebocoran dan sudah sering ditambal, ada baiknya segera diganti. Sebab ban yang sudah sering bocor dan ditambal lambat laun bentuknya akan berubah dan akan mengakibatkan ketidakseimbangan.
 
Meski langkah-langkah itu terdengar sangat standar, tapi langkah itu benar-benar harus diikuti. Banyak orang yang menyepelekan hal kecil itu padahal dampaknya begitu besar.

Inilah Mobil Amerika Terbaik 2012


Di pasar mobil dunia, banyak mobil merek Amerika Serikat bertebaran. Mulai dari Chevrolet, Ford hingga Chrysler dan Cadillac. Tapi mobil Amerika apa yang menurut warga benua itu merupakan mobil terbaik mereka?

Pencarian mobil merek Amerika Serikat yang terbaik ini merupakan lanjutan dari survei merek mobil terbaik yang beredar di Amerika. Pada survei itu, fakta mengagetkan muncul dimana merek Jepang menempati 7 posisi dari 10 merek terbaik versi masyarakat.






Survei ini dilakukan oleh Consumer Reports dengan tema 2012 Annual Auto Survey dengan melibatkan 1,2 pengguna mobil di Amerika Serikat. Tapi ketika pertanyaan muncul, apakah mobil Amerika terbaik di mata masyarakat, maka hasil yang muncul juga sama mengagetkannya.

Bukan apa-apa, sebab Chevrolet mengambil 5 posisi dari 9 posisi yang dicari. Lebih dari itu, grup otomotif yang menaungi Chevrolet, General Motors, total merebut 7 tempat dari 9 tempat yang diperebutkan.

Lawan abadi mereka seperti Chrysler dan Ford masing-masing hanya diberi satu posisi saja yakni Upscale cars dan sporty cars yang masing-masing ditempati oleh Chrysler 300 (V6) dan Ford Mustang (V6). Sisanya, GM keluar sebagai pemenang.

Mau tahu mobil merek Amerika terbaik menurut masyarakat Amerika? Berikut daftar versi Consumer Reports.

Small cars: Chevrolet Sonic (Aveo)
Fuel-efficient hatchbacks: Chevrolet Volt
Compact sports sedans: Cadillac CTS
Upscale cars: Chrysler 300 (V6)
Sporty cars: Ford Mustang (V6)
Large SUVs: Chevrolet Traverse
Midsized SUVs: Chevrolet Equinox (V6)/GMC Terrain (V6)
Luxury SUVs: Buick Enclave
Full-sized pickups: Chevrolet Avalanche